Dalil-dalil Pembenaran Ospek yang Ngaco dan Ngga Penting

source: hipwee
Dalam tulisan kali ini saya hanya berusaha menjabarkan dalil-dalil pembenaran para senior terhadap para mahasiswa baru dalam pelaksanaan OSPEK. Saya dalam hal ini tidak mengecam bahwasannya semua kegiatan OSPEK bersifat buruk. Namun perlu adanya kritik dalam pelaksanaan OSPEK selama ini, baik tingkat universitas, fakultas, dan jurusan.  Pada dasarnya OSPEK kegiatan yang positif namun kenyataannya banyak penyimpangan yang dilakukan oleh para panitia OSPEK yang biasanya dilakukan oleh mahasiswa senior. Biasanya Para senior tersebut memakai dalil-dalil berikut untuk melakukan pembenaran tindakannya: 
1.  OSPEK menjadikan fisik menjadi lebih kuat menghadapi Kuliah
"Dunia kuliah berat dek, jadi di OSPEK ini kalian akan dilatih fisiknya agar kuat menghadapi kehidupan kuliah kedepannya".  Ini sesuatu yang rancu. Untuk mendapatkan fisik yang kuat perlu latihan yang rutin dalam jangka waktu yang lama. Mustahil bagi para mahasiswa baru mendapatkan fisik yang kuat hanya dalam tempo singkat saja. Lagipula kegiatan yang akan dihadapi di perkuliahan adalah belajar bukan kegiatan militer. Kegiatan perkuliahan lebih banyak dibutuhkan otak yang cerdas dan kuat, bukan otot dan tenaga yang kuat yang biasanya dibutuhkan dalam kegiatan berperang. 

2. OSPEK melatih mental menjadi kuat
"Kami marah-marahin gini dan ngatain-ngatain, biar mental kalian kuat dek ngadepin dosen yang marahnya ngelebihin kita, abis itu kalian nanti biar biasa ngadepin dunia kerja". Biasanya tindakan ini dibarengin dengan teriak-teriakan, umpatan kata kasar, membuat malu seseorang, dan menguncilkan. Waah ini sama rancunya kaya diatas dan bagian yang saya paling benci. Pembentukan mental yang kuat untuk seseorang membutuhkan waktu yang lama dan senior anda tidak punya kualifikasi untuk melalukan pembentukan mental kuat. Selain itu mental yang kuat pun mempunya arti berbeda bagi setiap orang.  Setelah itu tidak semua dosen memiliki karakter yang meledak-ledak dan pemarah kepada setiap mahasiswanya. Lagipula sekalipun anda dimarahi oleh dosen, biasanya anda memiliki kesalahan kepada dosen tersebut. Dunia kerja pun mempunyai berbagai macam varian tidak bisa disamakan ratakan tekanan kerjanya. Lagipula belum tentu senior anda sudah bekerja dan merasakan marah-marah dari atasan. Jika anda membuat kesalahan maka biasanya secara otomatis atasan anda memarahi anda juga layaknya dosen. Sejujurnya hal ini yang membuat saya tidak mau ikut OSPEK dan saya tidak pernah takut dikucilkan oleh teman satu angkatan dan senior. Bagi saya tindakan ini merupakan tindakan premanisme dan tidak mencerminkan jiwa intelektual dari seorang mahasiswa. 

3. OSPEK ajang mencari perhormatan
"Tolong hormati kami sebagai senior kalian yang telah bela-belain ospekin kalian, inget dek kami senior kalian". Bagi saya ini tindakan menjijikan meminta dihormati secara paksa. Saya selalu berprinsip bahwasannya kehormatan yang kita dapatkan dari lingkungan kita berdasarkan apa yang telah kita perbuat selama ini bukan memaksa orang-orang menghormati diri kita. Mungkin ini alasan kedua saya tidak mengikuti OSPEK juga. Saya lebih menaruh respek besar terhadap pemulung yang ada di depan rumah saya dibanding senior saya sendiri yang memaksa meminta dihormati. 

4. OSPEK menanamkan displinitas   
"Disiplin dek kalian harus disiplin". Hehe ini sesuatu yang lucu bagi saya. Displin itu sesuatu kebiasaan yang sudah ditanamkan sejak lama bahkan sejak kecil. Sulit menanamkan rasa disiplin dalam tempo yang singkat. Lagipula bagi saya tidak semua senior yang duduk di Komdis dalam kehidupannya akan disiplin. Sebagian diantara mereka pun terbiasa hidup ngaret. Lihatlah ketika mereka masuk kuliah. Atau Jika anda sekelas dengan mereka, lihatlah mereka apakah mengerjakan tugas dengan tepat waktu atau kerja kepepet? Apakah mereka mahasiswa rajin datang dan datang tepat waktu ketika perkuliahan? Anda akan menyadari hal tersebut biasanya ketika pasca OSPEK. 

5. OSPEK membuat angkatan mempunyai solidaritas tinggi 

Setiap orang datang ke kampus mempunyai tujuan yang berbeda-beda satu sama lain. Semua orang akan mencari teman yang cocok sesuai dengan tujuan mereka.  Pasca OSPEK anda bisa melihat akan ada kubu-kubu tersediri dalam satu angkatan. Kegiatan pemaksaaan atas nama solidaritas malah hanya menciptakan hubungan antar angkatan yang semu. Ketika OSPEK hubungan solidaritas yang terbentuk akan pecah sendirinya.

Menurut pribadi saya sendiri OSPEK:
OSPEK LINGKARAN SETAN
Biasanya terjadi kegiatan bullying terhadap junior yang dilakukan oleh senior ketika Ospek. Hal ini tentunya tidak baik dari kacamata pendidikan, namun hal ini herannya masih saja dipertahankan hingga saat ini. Budaya ini akan terus berlangsung dan diturunkan ke junior yang telah di bullying. Mereka akan melakukan hal sama terhadap junior yang akan datang. Hal ini yang saya sebut sebagai lingkaran setan yang tidak ada habis-habisnya. Sesuatu yang bodoh akan terus berulang dan hal tersebut terjadi karena kita selalu membenarkannya.

OSPEK BUDAYA FEODAL DAN KORUPTIF
Jika anda tidak ikut OSPEK biasanya anda akan dikucilkan dari komunitas, dan yang paling parah anda tidak bisa turut berpartisipasi dalam organisasi kampus karena dalil anda tidak pernah mengikuti OSPEK. Seterbaik apapun kemampuan anda, anda tetap tidak bisa dipakai sama sekali jasanya karena anda tidak pernah mengikuti kegiatan OSPEK. Tidak ada budaya politik meritokrasi dalam kampus yang ada "anda pernah ikut ospek atau tidak?".
sumber gambar disini
Anda juga bisa perhatikan bahwasannya perlengkapan OSPEK yang dibutuhkan sudah ada yang jual di sekitaran kampus. Apakah anda tidak heran bahwasannya para pedagang itu sudah bekerjasama dengan panitia OSPEK?   Ini yang saya suka sebut kampus dan mahasiswa feodal dan koruptif. Mahasiswa suka berteriak anti korupsi  terhadap pejabat negara tapi tindakan mereka sendiri  merupakan tindakan korupsi. Ini disebut kemunafikan menuduh seseorang maling tapi sendirinya adalah maling.


Dalam hal ini saya tidak menyamaratakan semua kampus melakukan OSPEK yang buruk. Ada kampus dan senior yang mengadakan OSPEK secara positif juga. Saya menulis ini berdasarkan pengalaman saya berkuliah. Namun saya ingatkan lagi, anda jangan mau dibodohi oleh senior anda dan terlibat dalam sistem lingkaran setan.  Anda adalah orang terpelajar bukan binatang yang mau dibodohi-bodohi. Anda punya hak melakukan pembelaan diri terhadap senior anda. Jika anda dikucilkan maka anda tidak perlu takut, orang-orang akan menghormati dan mencari anda jika anda mempunyai sebuah kemampuan atau pun prestasi.  
Anda adalah Jiwa-jiwa yang merdeka. 
Berikut ini adalah video kawan saya,  Vincent dan Andovi mahasiswa Fakultas Universitas Indonesia tentang OSPEK. Tulisan ini pun terinspirasi oleh mereka berdua.


sumber gambar: google.com

Belum ada Komentar untuk "Dalil-dalil Pembenaran Ospek yang Ngaco dan Ngga Penting"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel