Banyak Sarjana Menganggur Salah Siapa?

Salah satu topik yang menjadi tren pada 2018 dan bahkan mungkin dari tahun ke tahun adalah banyaknya sarjana yang menganggur. Yang menjadi pertanyaan mengapa fenomena tersebut bisa terjadi? Jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia setiap tahunnya menunjukan peningkatan. Hal ini dibarengi juga peningkaan jumlah perusahaan baru di Indonesia yang semakin banyak, di kutip dari detik finance ada 3.98 Perusahaan baru dalam kurun waktu 2007-2017 atau bisa bisa dibilang ada 398.000 perusahaan rintisan setiap tahunnya. Dikutip dari berita kompas bahwasannya perusahaan kini kesulitan mencari lulusan perguruan tinggi siap kerja. Jawaban yang saya berikan atas pertanyaan mengapa sarjana menganggur? agak terkesan subjektif dan pandangan pribadi saya semata. Jadi anda silahkan jika tidak setuju dengan pandangan saya. Ada tiga hal yang menurut saya pribadi mengapa fenomena tersebut bisa terjadi?

1. Perkembangan dunia industri begitu cepat


Kita bisa melihat bahwasannya dunia industri berkembang begitu cepat sedangkan dunia pendidikan khususnya tingkat pendidikan tinggi tidak mampu mengimbangi kecepatan dunia industri tersebut. Dalam hal ini dunia pendidikan tidak mampu menjawab kebutuhan industri saat ini. Sehingga hal itulah yang menyebabkan perusahaan kini kesulitan mencari pekerja yang diinginkan.  Sebagai contohnya, kita sebenarnya bisa melihat bahwasannya dunia yang semakin kompleks ini justru banyak melahirkan pekerjaan-pekerjaan bidang baru. Contohnya kita tidak akan menyangka bahwasannya kini perusahaan yang membutuhkan pekerja yang cekatan dengan social media seperti social media marketing, social media research, dll. Setelah itu muncul pekerjaan yang berkaitan dengan data seperti big data, data analisis, data sains, dll. Sebenarnya masih banyak lagi contoh-contoh pekerjaan baru yang muncul akibat dari perkembangan industri saat ini. Hal ini yang tidak mampu dijawab oleh dunia pendidikan kita saat ini. Mungkin perlu adanya perombakan kurikulum sehingga mampu menjawab kebutuhan industri saat ini.

2. Terlalu banyaknya Perguruan Tinggi 
Perguruan tinggi di Indonesia saat ini terlampau sangat banyak dan pendirian perguruan tinggi terkesan murni hanya kepentingin bisnis semata. Jumlah perguruan tinggi di Indonesia mencapai 4350 per 2016 dengan penduduk berkisar hanya 250 juta. Sedangkan Cina yang penduduknya jauh lebih besar yaitu 1.4 Milyar mempunyai perguruan tinggi hanya 2824 saja(Okezone). Lantas Cina hanya yang hanya memiliki perguruan tinggi jauh lebih sedikit dari kita leading dalam bidang industri manufaktur dan teknologi informasi sangat-sangat jauh mengungguli kita.  Pemerintah Indonesia terkesan memberikan jalan seluas-luasnya untuk pendirian perguruan tinggi baru tanpa memikirkan kualitas lulusannya nanti. Bahkan menurut saya hal inilah yang paling fatal dan permasalahan utama mengapa sarjana banyak menganggur saat ini. Perguruan tinggi yang jelek yang didirikan terkesan hanya asal-asalan justru hanya menghasilkan lulusan sarjana abal-abal yang tidak mempunyai kemampuan berpikir secara kritis atau pun mendalam. Jadi jangan heran banyak sarjana yang begitu mudahnya termakan hoax dan fitnah saat ini karena pada dasarnya tidak punya kemampuan berpikir.

3. Mahasiswa harus bergerak 
Jika anda melihat bahwasannya apa yang dipelajari dikampus saat ini kurang begitu relevan dengan pekerjaan saat ini maka yang anda harus lakukan adalah bergerak untuk mengambil langkah. Dalam hal ini yang saya maksudkan adalah anda berinisiatif untuk mempelajari hal-hal kekinian yang dibutuhkan dalam dunia pekerjaan saat ini. Anda bisa magang, freelancer, atau pun bekerja paruh waktu. Kemudahan teknologi saat ini harusnya membuat anda mudah mempelajari kemampuan-kemampuan baru yang dibutuhkan saat ini. Pada saat ini banyak platform pembelajaran online atau pun kursus online yang memudahkan anda mempelajari skill baru. Bahkan saat ini anda bisa mengikuti kuliah online dari perguruan tinggi luar negeri secara gratis. Kemudahan zaman ini harus dimanfaatkan mahasiswa sebaik mungkin untuk meningkatkan soft skill atau pun hard skill. Jadi jangan buang waktu anda dengan percuma.

Perguruan Tinggi harus bergerak dengan menjawab kebutuhan dunia industri saat ini. Pemerintahan pun harus mengawasi perguruan tinggi agar mampu melahirkan sarjana yang handal bukan abal-abal. Sedangkan yang terakhir mahasiswa harus bergerak dan mengambil inisiatif untuk terus maju meningkatkan kemampuan diri. Pada dasarnya disini mempunyai kesalahan masing-masing dan harus saling berbenah untuk mampu menyesuaikan dengan zaman.

Belum ada Komentar untuk "Banyak Sarjana Menganggur Salah Siapa?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel