Pendidikan Jerman: Negara Yang Kuat di Bidang Ilmu

Jerman mempunyai reputasi sangat baik di dunia karena mutu lembaga riset dan pendidikan tingginya. Hal itu dilambangkan oleh peringkat tiga antara negara asal penerima Hadiah Nobel; ada lebih dari 80 warga Jerman yang telah menerima penghargaan tersebut. Di era globalisasi ini, posisi Jerman sebagai negara yang memiliki tradisi kuat di bidang penelitian dan pengembangan sangat strategis dalam persaingan internasional untuk mendapatkan cendekiawan unggul. Terdapat tiga penggerak besar dalam dunia ilmu: jaringan padat dari sekitar 400 perguruan tinggi, empat institusi penelitian ekstrauniversiter yang memiliki reputasi internasional, serta lembaga riset ternama dari perusahaan industri. Prestasi besar di bidang riset itu merupakan dasar untuk fakta bahwa Jerman menjadi pengekspor utama barang teknologi canggih dengan pangsa pasar sebesar 12 persen dari volume perdagangan dunia di sektor itu, serta untuk fakta bahwa Jerman termasuk kelompok negara “pelopor inovasi” di Uni Eropa (UE). Jerman juga termasuk sekelompok kecil negara di dunia dengan investasi terbesar untuk riset dan pengembangan, yaitu lebih dari 2,5 persen dari produk domestik bruto.

Pelaku politik dan pihak perguruan tinggi telah mengambil inisiatif untuk pengembangan dan internasionalisasi dunia ilmu melalui berbagai tindakan dan langkah reformasi. Termasuk di antaranya program kualifikasi yang diluncurkan tahun 2008. Program bermoto “Kenaikan Karier Lewat Pendidikan” itu menawarkan kursus dan pelatihan untuk semua kelompok umur. Tindakan-tindakan sukses lainnya adalah “Inisiatif Keunggulan” yang telah menghasilkan sejumlah sekolah pascasarjana dan gugus keunggulan yang berorientasi internasional,alu “Pakta Perguruan Tinggi 2020”, “Strategi Hightech”, “Pakta untuk Riset dan Inovasi”, atau “Strategi Internasionalisasi”. Jerman, negara penelitian terbesar di Eropa, pada tahun 2014 sebagai negara anggota UE pertama yang mengajukan strategi untuk  pengembangan Kawasan Penelitian Eropa.

Orientasi internasional sangat dititikberatkan. Dalam rangka Proses Bologna diubah sistem jenjang dari kebanyakan program studi sehingga sesuai dengan jenjang bachelor dan master, program studi dalam bahasa asing banyak ditawarkan pula. Jerman merupakan negara studi yang paling banyak dituju oleh mahasiswa asing setelah Amerika Serikat dan Inggris. Di pihak lain mobilitas mahasiswa Jerman ke arah luar negeri juga tinggi, yaitu 30 persen dari jumlah mahasiswa. Jumlah staf internasional pada perguruan tinggi juga naik sebanyak kurang lebih dua pertiga selama dasawarsa terakhir dan kini mencapai 10 persen. Banyak perguruan tinggi Jerman melibatkan diri dalam proyek “ekspor” program studi serta dalam pendirian dan pengembangan perguruan tinggi menurut model Jerman di pasar pendidikan internasional. Dibandingkan dengan negara lain di dunia boleh dikatakan bahwa sistem pendidikan Jerman disesuaikan cukup baik dengan kebutuhan pasar kerja. Sebanyak 86 persen orang dewasa di Jerman lulus sekolah lanjutan atas atau memiliki ijazah pendidikan kejuruan sistem ganda. Angka tersebut mencapai rata-rata 75 persen saja di negara anggota OECD.

Organisasi Pendidikan di Jerman
Deutsche Forschungsgemeinschaft
Himpunan Penelitian Jerman (DFG) merupakan organisasi pendukung pusat untuk penelitian di perguruan tinggi dan di lembaga riset yang dibiayai dengan dana publik.

Hochschulrektorenkonferenz
Konferensi Rektor Perguruan Tinggi (HRK) menghimpun perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi yang mendapat akreditasi di Jerman. Bank data Hochschulkompass berisi informasi mengenai program studi dan kerja sama  internasional.

Leopoldina
Asosiasi ilmuwan yang tertua di dunia, Leopoldina di Halle, beranggotakan 1.500 orang.

Organisasi Penelitian Ekstrauniversiter
Max-Planck-Gesellschaft, Fraunhofer-Gesellschaft, Helmholtz-Gemeinschaft dan LeibnizGemeinschaft adalah  organisasi ekstrauniversiter di bidang ilmu yang mendapat bantuan dari pihak Federasi dan dari negara bagian.

Alexander von Humboldt-Stiftung
Yayasan Humboldt mendukung ilmuwan unggul dan pertukaran ilmiah.

Deutscher Akademischer Austauschdienst
DAAD merupakan organisasi pendukung terbesar untuk pertukaran mahasiswa dan ilmuwan. Jaringan global DAAD mencakup 71 kantor perwakilan dan pusat informasi.

Alumniportal Deutschland
Portal Alumni Jerman merupakan media penghubung bagi orang di dunia yang pernah berkuliah, meneliti atau bekerja di Jerman.

Belum ada Komentar untuk "Pendidikan Jerman: Negara Yang Kuat di Bidang Ilmu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel