5 Cara Menghemat Biaya Pembuatan Skripsi


 


Mahasiswa tingkat akhir dipusingkan untuk membuat skripsi. Membuat skripsi menjadi tantangan tersendiri. Selain memikirkan tema dan isi yang ingin ditulis, memikirkan juga biaya yang dikeluarkan untuk pengerjaan skripsi. Tentunya, biaya yang dikeluarkan untuk penulisan skripsi tidak sedikit dan cukup menguras kantong. Namun ada cara-cara untuk menghemat biaya pembuatan skripsi. Berikut ini adalah 6 Cara Menghemat Biaya Pembuatan Skripsi:


1. Tema yang dikuasai
Sebelum memilih tema dan apa yang ditulis ada baiknya kita melakukan riset terlebih dahulu. Dengan melakukan riset maka kita kita bisa tahu apakah tema tersebut dapat kita kuasai. Selain itu, dengan melakukan riset maka kita tahu, berapa biaya yang perlu dikeluarkan selama penelitian. Dengan menguasai tema dan tahu alokasi biaya maka skripsi kita akan jauh lebih hemat dan cepat selsai sebelum deadline.

2. Tempat Penelitan Dijadikan Tempat Magang
Cara kedua yang bisa dilakukan adalah menjadi tempat magang kita sebagai objek penulisan skripsi. Hal ini tentunya mempunyai beberapa keuntungan. Pertama tentunya irit biaya karena itu tempat magang kita, sukur-sukur kita dibayar karena magang disana. Kedua, untuk penggalian informasi jauh lebih mudah. Biasanya instansi pemerintahan atau pun swasta akan memberikan kemudahan akses informasi kepada anak-anak yang magang.

3. Menggunakan Online Survei
Biaya penelitian skripsi menggunakan survei sebagai pendukung penulisannya. Jika kita menggunakan metode konvesional tentunya ini memakan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu bisa bisa memanfaatkan survei online daripada harus menggunakan cara konvesional. Kita tinggal menyebarkan survei kita ke medsos yang kita punya. Untuk membuatnya, kita bisa memanfaatkan pembuat survei online gratis  google form. 

4.  Menggunakan Softcopy
Salah satu bentuk penghematan besar-besaran yang bisa dilakukan adalah menggunakan file softcopy ketika bimbingan dengan dospem. Tentunya hal ini bisa menghemat besar-besaran biaya pembuatan skripsi. Bayangkan untuk memprint hitam putih saja dibutuhkan biaya 300 rupiah perlembar. Jika dalam proses bimbingan kita terus menerus memprint skripsi kita, maka biaya yang kita keluarkan besar. Untuk itu ada baiknya, bicarakan kepada dosen agar dibolehkan memakai softcopy selama bimbingan. 

5. Membeli Printer
Oke dimisalkan memang skripsi yang kita buat tidak bisa menggunakan softcopy saja ketika bimbingan. Atau pun memang dospem kita tidak ingin softcopy, maka cara untuk menghemat selanjtunya adalah dengan membeli printer. Dengan membeli printer maka biaya print kita paling tidak bisa hemat 50%. Ada baiknya membeli printer yang murah saja, yang sudah dilengkapi dengan tinta infus. Hal ini dilakukan agar tidak terus-terusan mengisi catridge printer. 

Belum ada Komentar untuk "5 Cara Menghemat Biaya Pembuatan Skripsi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel